Ingin hati menjerit,,tatkala melihat SMS itu... Sidang,,sidang,,dan sidang... Ya Allah,,betapa diri ini begitu banyak menyia-nyiakan waktu.. Betapa waktu kini terasa begitu berharga.. Sidang dan kelulusan ada di depan mata.. Namun,,aku banyak bersantai ria.. Kalaupun memikirkan,,tidak fokus dan teralih dengan yang lain.. Amanah ini,,amanah itu.. Sedang yang lain,,mungkin telah perlahan-lahan meninggalkan jama'ah ini.. Aku?? Tidak meninggalkan tapi banyak juga melupakan..
Sudah dewasa,,waktunya untuk memikirkan maa depan yang lebih baik.. Ketika hari kelulusan nanti tiba,,akan jadi apakah.. Gelar Spd pun sekarang tidak banyak berguna.. Jangan sampai diri ini menjadi kotor,,"SAMPAH MASYARAKAT"!! Walau janji masa depan amat baik,,namun harus ku peroleh dengan kerja yang tidak sedikit.. Lebih keras,,lebih banyak, lebih,,dan lebih dari orang lain..
Waktu ini hanya tersisa kurang dari 1 tahun untuk menyelesaikan semuanya.. Mimpi-mimpi untuk segera meninggalkan jakarta untuk ikut INDONESIA MENGAJAR semoga bisa ku kejar.. Aku ingin mengabdi untuk bangsaku.. Aku ingin memberi lebih untuk anak-anak yang kurang mampu.. Mencerdaskan kehidupan bangsa,,i mulai dari usia dini,,anak-anak memberi arti penting untuk kemajuan bangsa, negara dan agama..
Ya Allah,,izinkan aku untuk melakukan itu... Untuk melakukan semua yang ku mampu dan cita itu.. Aku mampu untuk meraihnya... Kabulkan Ya Rabb.. Aminn Ya Robbal'alamin....
Tak selamanya kenyataan sesuai dengan harapan. Langkah demi langkah terkadang menyeret ke banyak persimpangan. Begitu banyak yang harus dipikirkan dan di pertimbangkan, seolah semuanya menuntut jawaban.. Rasa takut menggoyahkan hati, namun KEBERANIAN yang akan terus melaju berlari bersama hari.Langkah yang percaya bahwa ia berjalan sesuai dengan suara hatinya. BELIEVE IT!
Tuesday, November 2, 2010
Sayap Cinta yang tak Pernah Patah
Dengan lirih aku hanya dapat mengadu kepada Allah. Menyampaikan segala gundah gulana di hatiku. Tapi, aku percaya. Ini adalah jalan terbaik yang telah kutempuh. Allah telah memberikan yang terbaik untukku. Tanpa sadar, kelenjar air mata di kelopak mata mulai merasakan impuls listrik dari rangsangan stimulus dari hatiku yang terdalam. Air mataku mulai mengucur deras menuruni bagian dagu wajahku. Sakit di hati membuat diriku terus terisak duduk sendiri di samping jendela bus yang kunaiki menuju Bandung.
***
Indah mempesona. Hanya ada dua kata terucap atas apa yang kupandang. Kebun-kebun teh hijau menghampar luas di segala penjuru. Desiran Angin putih menyelisik berbagai bentuk kehidupan sepanjang mata memandang. Kesejukannya membuat diri ini merasa tenang ketika menghirupnya. Inilah salah satu bioma dengan segala organisasi kehidupan di dalamnya untuk keseimbangan ekosistem yang kokoh. Keseimbangan sempurna yang diciptakan sang Khaliq untuk kebahagiaan seluruh organisme yang ada. Seperti kebahagiaan diriku saat ini.
Ini adalah hari bersejarah untukku. Dimana ada kebahagiaan besar yang aku dapatkan. Dengan segala yang kumiliki dari potensi diri yang terus berkembang dalam impianku. Aku selalu terus berkeinginan mendapatkan yang lebih tinggi. Tidak akan pernah puas atas apa yang Allah berikan dan bersyukur kepadaNya untuk mendapatkan yang lebih baik. Dan aku pun bisa mendapatkan semua itu jika dapat terus berusaha menjadi orang yang ikhlas.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku impian yang ingin kuraih. Aku berhasil meraih apa yang kuharapkan. Mahasiswa terbaik Nasional dengan penghargaan dari presiden secara langsung. Berikut dengan pengakuan dari ahli Genetika terkemuka Dunia Dr. Kazuo Murakami terhadap skripsi yang kutulis tentang perkembangan genetika mikrobiologi. Dengan begitu secara langsung aku mendapatkan beasiswa pasca sarjana di Harvard University..
Suasana masjid sunyi dengan tenang. Diriku termenung terduduk di depan teras masjid memandangi perkebunan teh yang luas memikirkan berbagai rangkaian jejakku di ITB. Masa 4 tahun kujalani bersama teman-teman dalam ikatan ukhuwah yang kuat. Dengan mereka semua telah kualami berbagai kejadian dan pengalaman yang mengharukan. Salah satunya adalah ceritaku ini yang membuatku mengerti bagaimana cinta bekerja dalam kehidupan manusia.
***
“Hey, jangan melamun!”, hentak Robbani kepadaku sehingga membuat pikiranku buyar. Karena hentakkannya, agar-agar yang kupegang jatuh dari atas tanganku. Padahal kami sudah susah payah membuatnya sendiri dari bahan dasar ganggang merah Eucheuma Spinosum.
“Yah, jadi jatuh itu agarnya”, keluhku.
“Hahaha… makanya siapa suruh melamun tidak jelas sambil menatap langit seperti itu. Toh yang ada hanya kegelapan malam dengan sinar bulan yang belum sempurna purnama.”
Itu pasti kebiasaan Robbani yang tak bisa dihilangkan. Selalu berkomentar panjang ketika melihat teman bicaranya melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Padahal, bisa saja temannya itu melakukannya karena ada sesuatu yang lain. Tapi, tidak seperti biasanya ia menanyakan perihalku tentang hal ini.
“Yah..jadi makin diam. Ada apa sebenarnya yang membuat Antum menjadi seperti sekarang akhir-akhir ini?”, tanya Robbani kepadaku.
Walaupun perangainya seperti itu, dia memiliki hati yang lembut dimana hampir semua warga kampus menyukainya. Dia selalu perhatian melihat seluruh perilaku teman-temannya. Inilah yang dapat menjadikan diriku selalu percaya padanya menceritakan seluruh isi hatiku.
“Akhi, Antum pasti masih ingat. Ketika saat kita melakukan riset penelitian tentang penyakit AIDS. Dimana dalam riset itu kita berhasil menguak tentang asal usul virus HIV yang menyebabkan sistem imunitas tubuh menjadi turun drastis sehingga banyak komplikasi penyakit lain yang diderita pasien AIDS.
Dalam hal ini ada sebuah konspirasi kesehatan besar bahwa sebenarnya AIDS bukan berasal dari perbuatan homoseksual yang selama ini diduga kuat berasal dari kera Afrika yang telah mengalami mutasi. AIDS adalah plague yang dibentuk di laboratorium virus dengan mencampur genom sapi ternak dengan virus domba. Dan kita sudah mengetahui dengan jelas bahwa virus HIV ini diproduksi dan dikembangkan untuk disebarluaskan ke masyarakat dunia agar menimbulkan pandemi virus.”
“Ya, dalam studi kasus di New York juga ditemukan bahwa strain virus hepatitis B sama dengan pola pasien pengidap AIDS. Dan kita pun tahu? Ternyata salah satu perusahaan farmasi besar Dunia yang berbasis Internasional juga terlibat menimbulkan pandemi virus dengan ditemukannya vaksin hepatitis yang terkontaminasi oleh virus AIDS.”
Robbani meneruskan pernyataan tentang AIDS itu dengan pemaparan yang menakjubkan. Itulah kenapa kami sering diberikan kesempatan mengisi seminar karena argumentasi hebat dari kami. Dan kau tahu, Robbani pernah sekali mengatakan bahwa dia dan aku adalah dua orang partner sekaligus rival yang takkan pernah berpisah.
“Jadi, kenapa kau seperti orang yang terlihat selalu murung berharap sesuatu yang orang lain tak tahu?”
Aku tersentak kaget mendengar perkataannya. Bagaimana tidak. Robbani mengetahui tentang isi hatiku yang selalu berharap kepada seseorang yang sangat istimewa bagiku. Aku harus menumpahkan isi hatiku ini dengan sebaik-baiknya.
Pikiranku kemudian mulai menerawang tentang sosok perempuan mempesona dan sangat kukagumi. Dia adalah lentera pertama hatiku yang menerangi dengan cinta. Sosok perempuan yang sangat lembut hatinya dengan semangat membara dalam memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Dan tahukah kau?
Senyuman pada wajahnya itu benar-benar membuat dirinya menjadi lebih cantik dan bercahaya. Itulah kesanku terhadap dirinya saat melihat dirinya pertama kali.
Pertemuan pertama dengan sosok itu terjadi ketika ia menjadi pembicara saat seminar hasil riset penelitian penyakit AIDS. Sosok perempuan enerjik dengan balutan jilbab putih bersih dengan jubah berwarna biru muda . Aku sangat kagum sekaligus terpesona dengan sosok itu. Seperti melihat bidadari surga yang cantik jelita. Apalagi setelah mendengar dari para ikhwan akhwat lain yang sangat terkesan dengan kepribadian perempuan itu. Aku pun tahu. Sosok itu adalah perempuan yang dalam pandanganku sempurna sesuai dengan harapanku. Karena itulah aliran deras cinta dalam relung hatiku muncul dari Allah kepada dirinya.
Setelah aku menceritakan segala isi hatiku kepada Robbani dengan polosnya, Robbani hanya tersenyum dengan wajah yang bercahaya. Wajah yang kembali mengingatkan diriku tentang sosok perempuan itu yang memancarkan kebahagiaan saat dirinya tersenyum.
“Akhi, tahukah kau? Bahwa sebenarnya inilah yang kunantikan sejak bertemu denganmu. Aku memandangmu sebagai ikhwan dengan figur seorang teladan. Seorang ikhwan yang pada dirinya terpancar cahaya kebaikan. Cahaya itu dapat menjadikan orang yang melihatnya kembali teringat kepada Allah. Pelita yang menerangi hati dari kegelapan. Hingga membuat mata air keluhuran mengalir dengan deras ke seluruh jiwa raga menuju ketaqwaan kepada Allah.”
Robbani berkata dengan sangat terbuka sekali. Kejujurannya dalam berkata hingga genggaman tangannya di lenganku yang mencengkeram keras dengan kelembutan membuat diriku merasa terharu.. Robbani, kau adalah sahabat terbaikku. Mulutku tak bisa berkata-kata apalagi setelah mendengar pernyataannya itu.
“Akhi, karena itu aku sangat berharap kepada Allah agar kalian dipertemukan dalam ikatan cinta yang kuat. Dua orang insan yang saling mencintai akan menjalani kehidupan bersama dalam keridhaan ilaahi.
Akhi, Tahukah Antum bahwa sebenarnya dia juga sangat mencintaimu. Dia selalu menjaga cintanya kepadamu dalam naungan cinta Allah. Dia juga selalu memperhatikanmu untuk menjadi motivasi bagi dirinya agar menjadi lebih baik. Sama persis sepertimu. Kalian mempunyai cara yang sama dalam menjalin cinta kalian masing-masing untuk menjadi lebih baik. Dan tahukah Antum bahwa aku adalah adik sepupu dari sosok perempuan yang kau cintai.”
Tiba-tiba saja pelupuk mataku telah terpenuhi oleh air mata. Tetes demi tetes turun dengan derasnya hingga membasahi pipiku. Tanpa sadar tubuhku pun memeluk sahabatku ini dengan erat. Aku sangat terharu mendengar pengakuannya itu. Perasaanku berkecamuk antara kaget, takut, bimbang dan juga bahagia.. Kebahagiaan yang kurasakan seperti salju yang turun pada saat musim panas berlangsung. Bahagia karena harapanku selama ini telah benar-benar Allah wujudkan melalui pengakuan Robbani barusan. Inilah jalan cinta yang hakiki dalam menempuh jalan ketaqwaan kepada Allah Taala.
Hariku untuk selanjutnya sangat berbeda dari seperti biasanya. Sekarang ini mata air keluhuran dalam relung hatiku menghiasi setiap derap langkah kehidupan yang memancarkan energi positif. Ini adalah kekuatan cinta yang memberikan pemberdayaan menuju titik perubahan. Dengan kemampuan itulah seorang pecinta sejati terus berusaha agar cintanya tak kandas di tengah jalan. Seperti kata Quddamah bahwa jatuh cinta adalah peristiwa paling penting dalam sejarah kepribadian seseorang. Mengubah seorang pengecut menjadi pemberani, yang pelit jadi dermawan, yang malas jadi rajin, yang pesimis jadi optimis, yang kasar jadi lembut. Dan cinta ini kepada sosok perempuan itu merupakan pengejawantahan cinta tertinggi nan hakiki kepada Allah.
Raihan, teman dekatku selain Robbani. Setelah mengetahui perihal tentang diriku terus berkomentar banyak sekali. Salah satunya adalah perbedaan umurku dengan sosok perempuan itu.. Ya, aku memang lebih muda 10 bulan dengan dirinya. Tapi, ini bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Aku menginginkan seseorang yang dapat menjadi pendampingku seperti Khadijah RA. istri Rasulullah saw. Seorang pendamping hidup dalam mengemban amanah risalah Islam yang dipegang suaminya di saat sedih dan senang. Seperti peristiwa turunnya wahyu pertama kali kepada Rasulullah saw. Saat itu, Rasulullah sungguh merasakan ketakutan dan kekhawatiran yang besar. Khadijah yang penuh dengan rasa kasih sayang nan lembut hatinya adalah tempat beliau melimpahkan segala perasaan hati yang besar itu untuk mendapatkan rasa tenteram dan damai. Saat pulang dari gua hira itu Khadijah berkata kepada beliau,
“Wahai putra pamanku. Bergembiralah dan tabahkan hatimu. Demi Dia Yang memegang hidup Khadijah. Aku berharap kiranya engkau akan menjadi Nabi atas umat ini. Sama sekali Allah takkan mencemooh kau; sebab engkaulah yang mempererat tali kekeluargaan, jujur dalam kata-kata, kau yang mau memikul beban orang lain dan menghormati tamu dan menolong mereka yang dalam kesulitan atas jalan yang benar.” Khadijah adalah seorang istri yang sangat baik tutur perkataannya.
***
Hari mulai beranjak senja. Pemandangan puncak semakin indah dengan hiasan lazuardi langit yang menawan. Basuhan wudhu membuat kesegaran yang berlebih di puncak ini. Apalagi setelah itu mendirikan shalat Ashar berjamaah dengan teman-teman kampus. Lengkaplah kebahagiaanku saat ini dalam mengenang seluruh kejadian bersama teman-teman yang tak terlupakan selama 4 tahun di ITB. Dan sampai saat ini aku masih terus akan bercerita tentang kenanganku ini.
Diriku hanya bisa tersenyum mengingat kenangan indah yang takkan pernah kulupakan itu. Saat itu aku berpikir itu adalah jalan terbaik yang diberikan Allah kepadaku. Karena aku sangat berharap, agar Allah menjadikan sosok perempuan yang kucintai sebagai seseorang yang mendampingi hidupku. Dan aku pun juga merasakan kebersamaanku dengan Allah seperti sangat dekat sekali dalam pengawasan dan dukunganNya. Ya, saat itu aku sangat berharap kepada Allah. Tapi, Allah masih berkehendak lain.
***
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh…“Ya Allah, kenapa akhir dari semuanya menjadi seperti ini? Berikanlah kepada hamba kekuatan untuk melewati semua ini dengan baik. Jadikanlah ini semua sebagai pelajaran terindah bagiku, Ya Rabb.”
Maha suci Allah. Semua penciptaannya yang indah ini hanya dapat kita nikmati atas kehendak dan cintaNya Yang Maha Agung. Kehidupan yang ada dunia ini juga adalah karunia Allah kepada makhluk-makhluk cipataanNya. Dari kehidupan kecil uniseluler yang tak terlihat hingga kehidupan besar multiseluler yang selalu terlihat dengan sempurna. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kehidupan dengan yang kompleks ini sehingga dapat terus mengecap manisnya ukhuwah islamiyah di antara kita semua.
Ya Rabb, limpahkanlah selalu shalawat dan salam kepada manusia terpilih yang selalu dijaga olehMu. Seseorang yang telah berjasa dalam menyampaikan risalah Islam yang indah ini dengan baik. Seorang khotmul anbiyaa yang berhasil menerangi dunia dengan cahaya agamaMu dari kegelapan jahiliyyah yang menyesatkan. Dialah Nabi besar Muhammad saw yang selalu kami rindukan untuk bertemu dengannya di surga kelak. Allahumma Aamiin.
“Dan diantara manusia ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapaun orang-orang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zhalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azabNya.” 1
“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Di manakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku di hari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” 2
Kehidupan kan menjadi indah manakala kita selalu menghiasi diri dengan keikhlasan penuh cinta. Cinta akan selalu mengantarkan kita pada kebahagiaan yang haqiqi jika dalam implementasi cinta kita tertuju pada Allah. Selalu mengharapkan ridha dan cinta Ilaahi. Dengan begitu Allah kan memberikan naunganNya kepada kita semua apabila saling mencintai karena keagunganNya.
Akhi, semoga Allah memberikan perlindunganNya selalu kepadamu.
Yang paling utama adalah kuucapkan banyak terima kasih kepadamu.
Jazakallah khairan jazaa..
Karena Allah telah menjadikan kau sebagai seseorang yang telah memberikanku sebuah pelajaran terindah dalam hidupku akan arti yang haqiqi dari cinta.
Sepanjang perjalanan hidupku inilah ku bisa mendapatkan kebahagiaan cinta yang sesungguhnya saat melihat dirimu.
Kau seperti pelita cahaya yang menerangi jalan hidupku.
Memberikan cinta dengan penuh ketulusan.
Hingga sebuah motivasi besar keluar melonjak dalam diri.
Untuk bergerak pada titik perubahan yang menyeluruh
Mencintai karena Allah Ta’aala.
Semoga Allah terus selalu menjaga hati orang-orang beriman.
Salah satu tolak ukur tingkatan keimanan seseorang ialah rasa saling mencintainya. Ia mencintai saudaranya karena Allah. Tak lain hanya untuk mendapatkan naunganNya di akhirat kelak. Ukhuwah islamiyah selalu ia jaga dengan semua saudara perjuangannya. Ia memiliki prinsip hidup yang jelas tertuju pada Allah. Seluruh saudaranya memandang dirinya sebagai seorang figur teladan yang patut diikuti. Itu karena ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Ia adalah seorang ikhwan yang rendah hati menempati ruang khusus di relung hatiku.
Dalam sepatah kalimat ini ku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. Walaupun hati seperti tersayat tak ingin menyampaikan. Tapi, ini harus kusampaikan kepadamu sebagai wujud rasa cintaku kepada Allah melalui dirimu. Sebelum itu perkenankanlah ku meminta maaf atas semua kesalahan diriku dan Robbani kepadamu. Semoga Allah melimpahkan ampunanNya untuk kita semua.
Pekan ini insya Allah ku kan berangkat menuju Turki. Semata-mata perjalanan jauh ini kulakukan untuk terus melanjutkan jihad dalam menuntut ilmu. Selalu berharap mendapatkan tempat yang mulia di sisi para Syuhada. Hanya dengan ilmu kita dapat mudah mendapatkan sesuatu yang tak bisa kita dapatkan sebelumnya dan menjadi lebih mulia dengan perlindungan malaikat yang senang pada orang-orang yang berilmu.
Dalam kesempatan ini ku hanya bisa mengucapkan banyak permintaan maaf. Aku akan mulai menetap di Turki bersama keluarga tercinta. Dan ini yang harus kusampaikan. Insya Allah di sana ku kan menikah dengan seorang anak teman lama ayahandaku. Pernikahan itu harus kulaksanakan karena itu merupakan wasiat terakhir ayahanda.
Beliau berkata bahwa seseorang itu adalah orang yang paling cocok untukku. Aku mempercayainya karena ku sangat mencintai ayahanda yang telah meninggalkan kami.
Semoga engkau mendapatkan wanita shalihah yang jauh lebih baik mendampingimu.
Terima kasih kuucapkan sebanyaknya karena kau telah menjadi salah satu seseorang yang menghiasi kebahagiaan hidupku.
Jazakallah khairan katsiiran ya akhi…
Uhibbuka fillah…
Ukhtuka al mahbuub
Aku masih terus menangis dengan sesenggukan. Aku masih belum percaya atas apa yang kubaca dari lembaran kertas yang sedang kupegang. Tapi, ini semua memang telah terjadi atas ketentuan Allah. Walaupun diriku belum bisa menerima atas kenyataan yang terjadi. Aku hanya bisa menangis dan terharu membaca surat dari sosok perempuan yang kucintai dan dicintai olehnya.
Bis yang kunaiki akhirnya telah tiba di Bandung. Kulangkahkan kakiku dengan lemas keluar dari bis menuju masjid terdekat. Sejak pulang dari Bogor aku belum sempat menunaikan shalat dzuhur. Aku ingin lebih mendekatkan diri pada Allah untuk bisa mendapatkan hikmah yang akan terus mengingatkanku untuk kedepannya.
Dalam hatiku masih merasakan betapa sesaknya perasaanku setelah membaca surat dari sosok perempuan itu. Surat itu kuterima ketika masih berada di Bogor mengunjungi keluarga untuk bersilaturahim. Tak disangka surat itu sebenarnya telah ditulis sejak sebulan lalu ketika ia wisuda SI angkatan 2010. Robbani baru mengirimkannya ketika sosok perempuan itu telah pergi menuju Turki. Tapi, aku yakin Robbani melakukan itu semua untuk kebaikan kami bertiga.
***
Senyuman pada wajahku semakin mengembang mengingat akhir dari ceritaku ini. Itu adalah salah satu jejak kehidupan yang membahagiakan. Memberikan pelajaran berharga bagiku bagaimana cinta bekerja dalam kehidupan manusia. Cinta selalu berawal dan berakhir pada Allah. Karena itulah kehidupan pula dari awal hingga akhir dapat berjalan dengan seimbang dan berkesinambungan karena kehendak dan cintaNya. Itulah motif Allah dalam menjalankan pergerakan kehidupan ini. Karena hanya dengan cinta kehidupan kita tercermin dengan kebenaran.
Mencintai merupakan pekerjaan orang-orang yang kuat. Pecinta sejati yang dapat merefleksikan dirinya dalam penumbuhan kepribadian. Karena mencintai adalah pekerjaan yang membutuhkan kepribadian yang kuat. Maka pecinta sejati hanya mengenal bagaimana ia bisa terus menumbuhkan kepribadiannya dalam mencintai kekasih yang dicintainya.
Cinta dan kepribadian merupakan dua kata yang sama-sama saling tumbuh dan berkembang. Seorang pecinta sejati tahu bahwa mencintai adalah pekerjaan jiwa dalam mengatur gagasan, emosi dan tindakan. Dia tahu mencintai adalah pekerjaan yang membutuhkan keputusan yang besar. Karena mencintai itu adalah bagaimana kita dapat memberi sesuatu kepada kekasih yang kita cintai.
Hakikat cinta hanya bagaimana kita memberi pada kekasih yang kita cintai. Memberikan dengan penuh ketulusan. Bagaimana kita dapat selalu memperhatikan dirinya dalam penumbuhan dirinya. Memberikan semangat pelayanan dalam penumbuhan kepribadian dirinya. Merawat dengan kebajikan di setiap aktivitas kehidupannya. Dan melindungi dengan keberanian agar kekasih yang kita cintai dapat selalu tenang dan bergantung dalam kebersamaan dengan diri kita.
Sayap cinta yang tak pernah patah. Hanya seorang pecinta sejati yang tak pernah mematahkan sayap cintanya. Karena kasih yang tak sampai tak pernah menyurutkan rasa mencintai dirinya kepada orang yang dikasihi. Kesempatan itu pasti kan datang kembali. Memberikan yang terbaik untuk kita dalam melakukan pekerjaan jiwa yang agung ini. Maka pecinta sejati selamanya hanya berkata, “Apa yang akan kuberikan?”. Tentang ‘siapa’ yang akan kita berikan itu menjadi sekunder. Karena Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita jika kita mencintai karena keagunganNya.
Kegelapan mulai menyelimuti senja hari yang indah ini. Kulangkahkan kakiku menuju pintu keluar masjid. Aku tetap percaya. Sosok perempuan itu pun turut bahagia dengan kekasih hidupnya sekarang. Dan aku pun selalu percaya. Allah pasti akan memberikan kekasih terbaik untukku dalam melakukan pekerjaan jiwa yang agung. Cinta mencintai karena kebesaranNya untuk mendapatkan naunganNya kelak di hari kiamat nanti.
Kupu-kupu itu terus terbang dengan eloknya. Pesona Sasakia charondra yang dipancarkan dari sayap hitam dengan corak ungu itu tidak dapat luput dari pandangan. Ia terus terbang mencari kekasih dirinya yang tak lain adalah kuncup bunga yang mekar menunggu kedatangan dirinya. Kupu-kupu itu pun tahu. Bahwa dia dapat hidup dengan kehendak dan cintaNya. Dia tak pernah mematahkan sayapnya walaupun tak mendapatkan apapun dari kuncup bunga yang ia kunjungi. Karena sayap cinta takkan pernah patah.
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenis-jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh , pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” 3
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu), bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” 4
—
Catatan kaki:
1. Al-Baqoroh : 165
2. H.R. Muslim
3. Ar-Ruum : 21
4. An-Nuur : 26
**Ahmad Wali Radhi
Monday, November 1, 2010
You Are My Heroes
For: My Sister’s & Brother’s
@ Division R & K 2009/2010
@ Departement Education 2010-2011
Tahukah kamu saudara ku…
Bahwa hati ini telah berikrar akan selalu ada disaat kamu membutuhkan…
Bahwa rasa sayang ini telah mendarah daging…
Walau terkadang hati ini ada sesal
Mengapa sampai saat ini, aku belum bisa merangkul kalian semua...
Apa aku harus menyerah dan kalah????????
You Are My Heroes...
Tanpa kehadiran kalian,,
Aku tak ada apa-apanya…
Tanpa kehadiran kalian,,
Aku lumpuh... Cacat...
Hilang semua harapan & impian ku...
You Are My Heroes...
Mungkin hanya kalian tempat ku bergantung saat ini selain Tuhan...
Hanya kalian yang dapat menolongku...
Mengobati kelumpuhan dan kecacatan tubuh ku...
Tetaplah kalian berada di samping ku...
Dan kembali berjuang bersama ku...
Perempuan Tangguh Tonggak Kemajuan Bangsa
Ketika bercerita tentang dunia perempuan Indonesia, hal yang terbesit dalam pikiran saya adalah perempuan dengan kemampuan dan kemandiriannya. Di zaman yang semakin berkembang sekarang ini, tidak dapat dipungkiri lagi, kita sebagai perempuan selalu dituntut untuk terus berlari, untuk sejajar dengan sebuah hal yang disebut “perubahan”. Perempuan harus lebih survive dalam menjalani hidup, salah satunya dengan adanya perubahan dalam kehidupan.
Perubahan disini bukan mengarah pada sense negative tapi lebih condong ke sense positif. Kita sama-sama mengetahui bahwa dulu perempuan hanya berada dalam lingkungan domistik (dapur) saja, tetapi sekarang sudah banyak perempuan yang merambah ke dalam lingkungan public (banyak perempuan yang sudah bekerja, mandiri secara ekonomi). Disinilah perubahan itu terjadi. Perempuan yang tadinya terkungkung di dalam rumah sekarang sudah lebih “bebas” dalam mengekspresikan dirinya. Bahkan kebebasan ini sudah dijamin oleh undang-undang yang secara khusus mengatur tentang peluang bagi perempuan untuk berkarya, diantaranya: UUD 1945 Pasal 27, Undang-undang No. 68 Tahun 1958 tentang Persetujuan Konvensi Hak-hak Politik Kaum Wanita, Undang-undang No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita dan Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Tantangan terberat Perempuan Indonesia ke depan adalah memainkan peran ganda sekaligus, yaitu karir dan rumah tangga. Keluarga dan anak harus tetap menjadi prioritas perempuan, di samping karir. Keadaan ini tidak dapat dihindarkan, karena memang sudah tugas perempuan untuk mengayomi keluarga. Perempuan sebagai ibu dan pengasuh dalam berbagai lapisan adalah garda terdepan dalam mensosialisasikan arti loyalitas dan toleransi antar agama, suku dan budaya, mendidik menghargai produk sendiri, mengenalkan sejak dini sejarah berbangsa dan bernegara kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Terkait upaya perlindungan dan pemberdayaan, perempuan jangan hanya menggantungkan dirinya pada pihak lain. Perempuan sendiri bisa melakukan upaya pengembangan dirinya melalui self development. Karena itu, perempuan Indonesia harus mengembangkan penghormatan pada diri sendiri, keyakinan pada diri sendiri, memiliki kemandirian, dan mengembangkan dirinya.
Tetapi yang menjadi pertanyaan besar sudahkah keadilan, kesetaraan, kesejahteraan, dan keamanan bagi masyarakat khususnya perempuan Indonesia tercapai? Jawabannya adalah Belum! Kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, dan pendidikan, masih identik dengan kaum perempuan. Ketertinggalan perempuan mencerminkan masih adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan, hal ini dapat terlihat dari gambaran kondisi perempuan di Indonesia.
Penyebab rendahnya kualitas sumber daya perempuan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, antara lain masih rendahnya dan terbatasnya motivasi perempuan agar meningkatkan dirinya untuk maju, sikap menerima dan pasrah terhadap keadaan, merasa rendah diri, tidak berdaya, dan tidak mandiri. Gerak perempuan juga terkendala oleh ukuran-ukuran obyektif dari sumber daya manusia, misalnya rendahnya pendidikan dan pengetahuan, terbatasnya wawasan, rendahnya keterampilan sebagian perempuan dalam berbagai bidang dan rendahnya derajat kesehatan perempuan. Sedangkan faktor eksternal perempuan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menyangkut nilai-nilai budaya masyarakat, tidak komprehensifnya penerjemahan ajaran agama, aturan hukum dan kebijakan, serta pola pengambilan keputusan dalam berbagai bidang kehidupan yang masih bias gender, telah mempengaruhi cara perempuan mengembangkan konsep diri yang secara tidak langsung telah menghambat diri untuk maju.
Sekarang ini, perempuan Indonesia sudah memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Tinggal bagaimana kita sebagai perempuan bisa memanfaatkan kesempatan yang ada tanpa harus menunggu fasilitas-fasilitas ekstra atau keistimewaan-keistimewaan tertentu dari pihak manapun, toh dengan kemampuan kita, saya yakin perempuan dapat bersaing secara sehat dengan kaum laki-laki. Perempuan harus berkualitas, baik secara fisik, mental, dan psikologi. Karena dengan menjadi perempuan yang berkualitas, kita mempunyai peluang untuk lebih meningkatkan kinerja produktivitas kita. Kita juga akan lebih dapat berkontribusi maksimal terhadap keluarga, masyarakat, dan negara. Dengan begini, perempuan tidak akan menjadi beban negara, justru akan menjadi asset negara yang sangat penting.
KI HAJAR DEWANTORO
Ketika masih duduk di sekolah dasar, nama Ki Hajar Dewantoro terdengar familiar di telinga kita. Sebenarnya siapa sih Ki Hajar Dewantoro itu?? Kenapa kita harus mengenal beliau? Apa saja cita-cita beliau, dan juga sumbangan yang beliau berikan bagi perkembangan Pendidikan Indonesia dari dulu sampai sekarang??
Berikut profil singkat beliau...
Nama : Ki Hajar Dewantoro
Nama Asli : Raden Mas Soewardi Soeryaningrat
Lahir : Yogyakarta, 2 Mei 1889
Wafat : Yogyakarta, 28 April 1959
Pendidikan :
- Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda)
- STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tidak tamat
- Europeesche Akte, Belanda
- Doctor Honoris Causa di Univ. Gajah Mada, 1957
Karir :
-> Wartawan Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara
-> Pendiri Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922
-> Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama
Organisasi :
+ Boedi Oetomo 1908
+ Pendiri Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) 25 Desember 1912
Penghargaan :
Bapak Pendidikan Nasional dan Pahlawan Pergerakan Nasional (surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, 28 November 1959)
Dari profil singkat di atas, kita dapat mengetahui bahwa Ki Hajar Dewantara termasuk ke dalam tokoh nasional yang sangat concern terhadap dunia pendidikan. Selain aktif menjadi penulis di berbagai media massa saat itu, beliau juga di kenal sebagai pendiri tamansiswa dan juga menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama di Indonesia. Melalui tulisan-tulisannya, beliau berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia, salah satunya yang paling terkenal adalah Asas atau Semboyan Tut Wuri Handayani yang kini menjadi semboyan Depdiknas. Nama Ki Hajar Dewantara kemudian diabadikan sebagai « Bapak Pendidikan Nasional » dan tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan Hari Pendidikan Nasional.
Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan, yaitu untuk memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi. HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA!! HARAPAN ITU MASIH ADA!
Perubahan IKIP menjadi UNJ
JAKARTA sebagai ibukota Republik Indonesia baru pada tahun 1999, menjadi metropolitan yang bisa dikatakan komplit. Sebelum diterbitkannya Surat Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 1999 yang menyatakan perubahan status Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), selama itu pula Jakarta belum memiliki sebuah perguruan tinggi negeri di wilayahnya sendiri sebagaimana layaknya ibukota sebuah negara.
Kebanggaan pun bukan sekedar atas memiliki sebuah PTN, tetapi memang selama itu, sebelum dikeluarkannya SK Nomor 93 tertanggal 4 Agustus 1999, IKIP Jakarta telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia pendidikan tapi juga pembangunan bangsa. Karena setelah lebih dari 36 tahun berdiri, IKIP Jakarta telah menghasilkan 45 ribu lulusan yang lebih dari separuhnya aktif pada lembaga-lembaga pendidikan formal maupun informal yang tersebar di seluruh Indonesia.
Perubahan status IKIP menjadi UNJ yang kini dipimpin Dr Sutjipto sebagai rektor, memang memberikan kebanggaan kepada Jakarta sebagai kota metropolitan yang kian komplit, namun sebaliknya juga menjadi 'pekerjaan rumah' untuk kampus yang berpusat di kawasan Rawamangun Jakarta Timur itu untuk menjawab berbagai masalah pendidikan terutama persoalan jumlah dan kualitas tenaga pendidik yang mereka hasilkan tiap semesternya.
Seperti diketahui saat ini Indonesia sangat kekurangan tenaga pendidik. Untuk tahun ini saja, menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Indra Jati Sidi dibutuhkan 75 ribu guru bantu untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan di tanah air. Diharapkan dengan pemberian status sebagai sebuah universitas negeri, UNJ mampu berkonsentrasi penuh dalam 'pengkaderan' guru dan bisa menutupi kekuranngan tersebut.
Tapi upaya mencapai quota yang mencukupi bagi ketersediaan tenaga pendidikan di tanah air bukan berarti mengijinkan UNJ sekedar meluluskan calon guru baru. UNJ yang berdiri Mei 1963 (waktu itu masih IKIP Jakarta) tetap mengedepankan kualitas dan profesionalisme, bukan saja pada bidang keguruan dan kependidikan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya yang bersifat karir.
Apalagi sekarang Depdiknas lewat Dirjen Dikdasmen berjanji akan memperbaiki instrumen tes (Test Instrument) bagi calon tenaga pendidik yang ada saat ini. Dengan instrumen tes yang lebih ketat dan selektif diharapkan calon pendidikan dari lulusan manapun akan tersaring obyektif dan berdasar tingkat kemampuan, bukan sekedar mengejar jumlah. Begitu juga dengan kualitas moral dan kesadaran sebagai pendidik.
UNJ memang menjadi wajar bila identik sebagai "mesin penghasil guru" di tanah air sebagaimana IKIP-IKIP di daerah lainnya, karena sejak berdiriannya, UNJ adalah sebuah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang sesungguhnya juga masih bagian dari Universitas Indonesia.
FKIP UI pada masa awalnya ditujukan untuk menghasilkan tenaga pendidik yang sangat langka di Indonesia masa itu. Namun bukan berarti selama ini UNJ tidak memiliki kekurangan, seperti dipaparkan seorang mahasiswanya bahwa penelitian maupun riset masih sangat kurang dilakukan. Alasan utamanya memang klise yaitu keterbatasan dan minimnya dana. Padahal UNJ bersama UI saat ini sepakat mengedepankan diri sebagai kampus riset nasional dalam rangka mendukung pembangunan bangsa.
Pendidikan Orde Lama VS Orde Baru
- Masa Orde Lama
Pendidikan bebas, sebebas-bebasnya. Masyarakat diberi kebebasan untuk berpendapat, beraktivitas tanpa adanya kekangan dari pihak manapun. Pendidikan merupakan sebuah surga yang mampu membuka paradigma kebebasan yang luar biasa. Poin-poin penting pendidikan di era Orde Lama:
a. Pendidikan dijadikan alat paling utama untuk mengubah bangsa
b. Saat itu Soekarno mencontoh pendidikan dari kuba, yaitu:
· Pendidikan gratis
· Jaminan persamaan hak
· Penyelenggaraan pendidikan terpusat pada negara. Maksudnya disini adalah terintegrasi secara nasional.
SMA à Pra Universitas / Pendidikan Teknisi à Perguruan Tinggi
· Seleksi akademis
c. Adanya pembangunan Universitas negeri di setiap provinsi. Tujuan awalnya untuk pemerataan kesempatan belajar bagi semua lapisan masyarakat.
d. Undang-undang yang digunakan adalah UU No. 4 Tahun 1950 dan UU No. 12 tahun 1954. Yang salah satu isinya mengenai ”pendidikan merupakan sebuah alat melepaskan bangsa saat itu dari lubah kebodohan antah berantah. ”
e. Soekarno tidak menghendaki bangsanya kemudian terjajah dan dijajah kembali oleh pihak asing. Soekarno sangat tidak rela apabila perjuangannya melawan penindasan dan penjajahan hanya tinggal kenangan semata.
- Masa Orde Baru
Dalam era ini dikenal sebagai era pembangunan nasional. Dalam bidang pembangunan pendidikan, khususnya pendidikan dasar, terjadi suatu loncatan yang sangat signifikan dengan adanya Instruksi Presiden (InPres) Pendidikan Dasar. Akan tetapi, sayang sekali, Inpres tersebut belum ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas tetapi baru peningkatan kuantitas. Mengutip pendapat Darmaningtyas, ”Pendidikan orde baru ibarat pendidikan militer. Jiwa yang dikembangkan di sekolah umum sama dengan jiwa yang dikembangkan di sekolah militer. Pendidikan militeristik sangat dirasakan oleh para guru, siswa, maupun masyarakat luas, melalui adanya ideologi ’penyeragaman’, yaitu semua diseragamkan (dari pakaian, kurikulum, metode mengajar, sampai soal cara berpikir).
Poin-poin penting pendidikan di era Orde Baru:
a. Sistem ujian negara, dalam hal ini Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) telah menjadi bumerang karena digunakan sebagai penentu kelulusan siswa dan pada akhirnya, hasil EBTANAS ini juga dijadikan indikator penerimaan di perguruan tinggi.
b. Manipulasi nilai & pemalsuan izasah marak terjadi. Disini terjadi pembohongan publik terbesar dalam dunia pendidikan. Krisis nilai dan kepercayaan terhadap diri sendiri mulai luntur. Dan perlahan-lahan moral bangsa terkikis dengan adanya ”korupsi nilai” tersebut.
c. Selain itu, swastanisasi atau banyak berdirinya perguruan tinggi swasta yang bak jamur di musim penghujan. Hal ini berdampak pada mutu perguruan tinggi yang semakin menurun, walaupun dibentuk korpetisi sebagai bentuk birokrasi baru.
d. Hilangnya kebebasan berpendapat , yaitu dengan lahirnya Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK / BKK)
Subscribe to:
Posts (Atom)