Wednesday, January 25, 2012

Emang Bisa...??

Emang bisa…. ?
Mendapatkan pendamping yang MENCINTAImu dengan SEDERHANA,
sementara engkau jadikan GEMERLAP KEMAPANANmu sebagai pemikatnya ?

Emang Bisa.... ?
Mendapatkan pendamping yang menurut (selera)mu BIASA2 SAJA,
sementara engkau jadikan 'KETAMPANAN' mu sebagai ukuran ?

Emang bisa…. ?
Mendapatkan pasangan yang MENERIMAmu SEPENUH JIWA
sementara engkau berusaha meraihnya dengan KENCAN SEBELUM nikah ?

Emang bisa…. ?
Mendapatkan pasangan yang TERJAGA
Bila engkau mendekatinya dengan MENGGODA ?

Yakinlah…
Wanita spesial hanya untuk laki-laki yang spesial
dan laki-laki yang spesial adalah untuk wanita-wanita spesial pula...

Sunday, January 22, 2012

Izinkan aku untuk itu..

Izinkan ku untuk berkata ini..

Maafkan jika akhir-akhir ini sering melukai..

Bukan sesuatu yang tak pasti..

Ada sebuah garis non linear yang menjadi bukti..


Percepatlah prosesnya agar tidak terjadi salah sangka..

Melihat itu sungguh tiada indah dipandang mata..

Meski ku tau ilmu mu melebihi dari yang ku punya..

Namun ku sadar kau telah jauh lebih dewasa..


Kau tau yang benar dan salah..

Kau paham arti kata-kata..

Bahasamu melangit..

Kata-katamu cerminan kau berakhlak mulia..


Tapi mengapa sungguh sulit mengatakannya..

Ada dogma yang menginginkan kau melanggarnya..

Dan kaupun entah mengapa terlihat sangat bangga..

Apakah kecantikan wanita penghalangnya??


Bukankah kau tau itu salah??

Namun kenapa masih melakukannya?

Hingga suatu waktu aku sudah tidak bisa menjadi saudara..

Mungkin menjauh adalah jawabnya..


Risih dan gemetar melihat perubahan terdahsyat yang pernah dilakukan..

Aku tau manusia tiada sempurna..

Sosok arif dan bijaksana yang dulu sudah tiada..

Berganti sosok yang aku sendiri tidak tau apa namanya..


Izinkan aku untuk itu..

Berkhuznudzon membuat zonk-zonk dihati..

Izinkan aku untuk itu..

Tiada pernah melihatmu lagi..


Maaf atas sikap yang selalu menyakiti..

Padahal kamu terlalu baik untuk ditinggal pergi..

Semoga masih ada yang mengingatkan..

Atau hati dan diri ini yang harus selalu diingatkan..


Agar tidak selalu terjadi salah paham..

Maafkan aku yang masih harus banyak belajar..

Berharap tadinya kamu bisa menjadi salah satu guru terbaik dalam kehidupan..

Terima kasih untuk persaudaraan ini..

Aku kan terus menjadi pembelajar..

Friday, January 20, 2012

Sahabat Perjuangan

Tulisan ini didedikasikan teruntuk pejuang yang telah rela mengorbankan semuanya..
Pejuang yang rela berpeluh keringat,,bermandi hujan,,bahkan tak jarang airmata menghiasi perjalanan..
Saudara ku.. Ini semua tentang moment spesial kita.. Yang teramat spesial.. karena dsana terungkap segala..
Rangkuman perjalanan yang tersimpan.. Semoga menjadi album terindah bagi kehidupan kita kelak..

     
     @ saung rumah hafiz                   @bareng adik2 eduwa        @dikala rintik hujan sesudah HCG


                  
Acara akbar kita.. Harmoni Cinta Guru: Persembahan Cinta untuk Guru Indonesia..
Perjuangan dan pengorbanan terdahsyat.. Banyak peluh dan isak airmata mewarnai perjalanan.. Tapi ALHAMDULILLAH.. Kita dapat mempersembahkan sesuatu terbaik.. dari usaha yang sangat2 maksimal yg dapat kita lakukan.. Hari itu, 23-25 November 2011.. Akan menjadi saksi sejarah,,bahwa kita sudah BERANI MENGUKIR MIMPI UNTUK MEWUJUDKANNYA.. :)

Dikala kesibukan HCG.. Masih sempat kita bersilaturahmi ke rumah salah seorang saudara.. walau hasil jepretan ini rada-rada.. hehe.. tapi bukan berarti cerita kita juga "rada-rada"..  :p
            
@Al-Barkah Mosque Bekasi          @Survei Gd.Sertifikasi               @rumah kiki, jonggol


ada juga kalanya kita berdiskusi bersama.. Menjaring ilmu bersama para profesor, Guru Besar kampus tercinta.. Mengkaji isu-isu terhangat mengenai Dunia Pendidikan Indonesia yang semakin meliberal dengan disusunnya RUU Perguruan Tinggi.. Yang merupakan sampul dari UU Badan Hukum Pendidikan yang telah dihapuskan pada 2009 lalu.. Pada kamis, 15 September 2011 @Gd. Baru UNJ (entah apalagi namanya)
  
Saat ini tanggal 15 September 2011 bersama Prof. Dr. H.A.R Tilaar, M.Sc

          

 Dan betapa besar kecintaan kita pada Education Watch UNJ..


 
setidaknya tahun ini kita membuatnya bangkit kembali dengan adanya pejuang-pejuang Garda 3 terpilih yang telah Allah siapkan untuk menemani dan menguatkan langkah2 kecil kita.. :)
bocah-bocah ajaib berotak kanan, yang mampu mendobrak "ritual" yang membosankan..
Ternyata generasi dibawah lebih baik daripada generasi diatasnya.. Alhamdulillah.. Dua tahun dari sekarang mungkin tdk perlu repot2 mencari sosok Kadept Pendidikan.. Karena salah satu diantara mereka layak mengembannya..

Selanjutnya berbagai kegiatan yang sering kita lalui bersama.. Nonton bareng,, makan di tempat yang paling sering kita datangi dengan istilah ngefloat bareng atau sekedar makan siang ataupun makan malam di take a rest seringkali mewarnai hari-hari kita.. Terlebih kalo masih terlalu banyak hal-hal yang perlu dibahas, dan waktu di kampus yang terlalu terbatas, tak segan kita sering melanjutkannya diluar jam kampus..
     

hahhaaaa... tidak terasa semua itu berlalu dalam sekejap mata.. Mungkin tidak semua bahagia.. ada kalanya merenung sendiri pun terasa sangat berguna.. sengaja menghindar dari kalian karena berbagai macam alasan.. ;p

      
bertamasya,,menyepi,,atau mungkin ungkapan kalian adalah "bertapa".. ini pernah dilakukan juga,,karena aku hanyalah manusia biasa.. maaf jika terlalu berlebih.. *udah dari sananya.. ;)

Masih tentang kita.. Ingatkah saat2 moment bahagia bisa berbagi bersama adik2 Madrasah Ibtidaiyah saat kita mengadakan Training Education Reform??

Tertawa dan bercanda bersama adik-adik.. Sedikit berbagi ilmu tentang bahasa inggris.. bahkan bermain basket bersama dan baksos kecil-kecilan kepada adik-adik yang membutuhkan..

Tawa kecil itu mewarnai hari-hari kita selanjutnya.. Melihat kenyataan, bahwa sekolah ini dahulunya hanyalah sebuah ruangan yang kemudian berkembang dan berkontribusi dalam pencerdasan anak-anak di lingkungan sekitarnya..


Pernah juga dalam satu masa kita bekerja sama menyelenggarakan workshop Bangkit Guruku! Bangkit Negeriku! bersama UHAMKA & UNINDRA Jakarta.. Disini banyak sekali pembelajaran dan profesionalisme kita teruji..


sedikit cerita dari rumah ke rumah
 Depdik on Yudi house @ Jagakarsa, Jakarta Selatan


First time silaturahmi @Fauzi Home   

and then ani house @ Bekasi Timur, samping stasiun kereta bekasi :D
 

sampai kepada Rapat Perdana TER yang aneh bin ajaib di Ruang FIP 308 ;o
 

Semuanya LUAR BIASA.. Rangers Departemen Pendidikan sudah membuktikannya.. Julukan Departemen yang paling sering rapat pernah kita sabet dengan bangganya.. Bukan karena keranjingan rapat.. Tapi karena kebutuhan yang mendesak, sehingga intensitas rapat terlalu banyak daripada intensitas kita untuk bergerak.. SALUT TERAMAT LUAR BIASA BISA BERJUANG BERSAMA ORANG-ORANG HEBAT SEPERTI KALIAN.. 

Sebagai penutup.. Izinkan syair ini mengumandang...
Pertemuan kita kali ini
Bukan sekedar kawan lama tak jumpa
Tapi kita bertemu ada satu makna
Kita punya satu perjuangan

Andai ada kasih antara kita
Kita kembalikan kepada Yang Esa
Agar ia suci tulus dan ikhlas
semoga Alloh memberkati

Sambutlah tangan sahabat saudaramu
Pimpinlah ia melangkah bersama
Satukan hati kita teguhkan ia
Berdiri bersama untuk kebenaran

Reff:
Perjuangan itu artinya berkorban
Berkorban itu artinya terkorban
Janganlah gentar untuk berjuang
Demi agama dan bangsa
Inilah jalan kita
Saudaraku.. Dahulu kita pernah satu janji.. satu asa.. satu rasa.. dan satu perjuangan..
Bahagia Allah mempertemukan kita dalam Jalan Cinta Nya..
Teruslah berjuang.. Tetaplah saling mengingatkan..
Dan apabila kita jauh nanti..
Ingatlah hari-hari yang telah membuat hidup kita terasa berbeda..
Ingatlah hari ini...

Terakhir.. Bersama teman-teman BEM UNJ 2011..
Masa-masa MPA


Indonesia Muda Berkarya


Ada kabar bahagia utk orang yg tulus mencintai saudaranya karena Allah,,

"Tiadalah dua sahabat yg saling mencintai karena Allah, ketika mereka berjauhan, kecuali yg lebih besar cintanya kepada saudaranya adalah yg lebih dicintai oleh Allah"

-berlomba menyemai benih cinta saudaraku,,dimanapun kalian berada
-mengambil cinta dari langit.. Lalu menebarkannya ke bumi.. Begitulah prinsip berbagi ^^ 

Thursday, January 19, 2012

B.E.L.A.J.A.R Menjadi Apapun DIRIMU



Alhamdulillah sinar terang kembali menaungi wajah.. Sejuknya air mendinginkan hati yang gersang, teramat tandus.. Dan angin akhirnya pun tidak ribut dalam gemuruh ruang yang sempit namun tersimpan memori yang sangat luas (otak)..

Belajar menjadi apapun dirimu saudaraku
tiada salah jika kita bermimpi
mampu mengukir langit
dan membuatnya sulaman terindah dalam bayangan

Belajar menjadi apapun dirimu saudaraku
ketika hentakan keras mengoyak logika dan akal pikirmu
jangan bayangkan saat itu dirimu layu
tapi hentakkan kembali sikap positif itu

Belajar menjadi apapun dirimu saudaraku
ketika kamu ingin menyerah kalah
seringkali perasaan mendominasi pikiran
tiada salah.. karena sesungguhnya kamu sdg menggunakan otak kananmu bekerja secara seimbang

mimpi yang terus terukir dalam coretan-coretan itu
kumpulkanlah..
kuatkanlah..
yakinilah..
dan,,percayalah...
ada kekuatan yang Maha Besar mampu membawamu lebih dari apa yang kau tulis itu

Belajar menjadi apapun dirimu saudaraku
tetaplah rendah hati
BUKAN RENDAH DIRI

Tidak peduli pada tiap orang yang melecehkan kamu
Tidak peduli pada tiap orangg yang meragukan hasil usahamu

Ada Allah yang senantiasa dekat di sisimu..
Ada orang-orang yang selalu menyayangimu
mungkin lebih dari yang kamu tau
karena cinta itu bukan kata,,tapi tindakan nyata



BERSEMANGATLAH
KOBARKANLAH APA-APA YANG DULU ADA DALAM DADAMU

sedikit lirik tentang mimpi.. tentang bintang.. tentang kekuatan


Coba kau tunjuk satu bintang 
S'bagai pedoman langkah kita 
Jabat erat hasil karyaku… 
Hingga terbias warna syahdu 


Akan ku ukir satu kisah tentang kita 
Dimana baik dan buruk terangkum oleh indah 
Akan ku cerna semua karya cipta kita 
Dimana hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta 


Dan bila semua terwujudkan...
Di sisimu s'lalu hariku

Monday, January 16, 2012

Belajar Tafsir -salah satu ayat yang menguatkan-

Surah Ali 'Imran (Arabآل عمران , Āli-'Imrān, "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Ali 'Imrankarena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran, ibu Nabi Isa. Surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut apa yang disampaikan Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya.


Salah satu ayat yang menenangkan dan menguatkan dikala goyah akan keduniawian terdapat di ayat paling terakhir. Yakni Ali Imron: 200


Berikut petikannya:

"Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan)."


Dalam ayat di atas Allah SWT menghendaki kita bersungguh-sungguh dan bersabar di dalam menegakkan kebenaran. Kita hendaklah memiliki kesabaran melebihi kesabaran musuh-musuh Allah SWT. Kesabaran orang mukmin mengatasi kesabaran orang-orang kafir. Orang mukmin tetap bersabar dalam apa jua suasana. Walaupun musuh-musuh Allah sabar dalam melakukan sesuatu, tetapi orang mukmin lebih sabar daripada mereka. Di samping bersabar orang mukmin juga lebih kuat daripada musuh-musuh mereka. 


    Orang mukmin yang lebih mampu
    Orang mukmin bukan sahaja menentang musuh luaran bahkan mereka juga menentang musuh di dalam jiwa. Mereka lebih mampu dan  berkeupayaan untuk menentang musuh di dalam jiwa atau dada. Begitu juga dalam berhadapan dengan musuh di kalangan manusia sendiri. Orang mukmin sentiasa menyeru dan berjuang. Kalau musuh-musuh berjuang dengan sabar maka mereka pun berjuang dengan penuh kesabaran. Sekiranya musuh kuat maka mereka pun kuat. Musuh Allah itu berazam bersungguh-sungguh untuk hapuskan mereka, maka mereka juga berazam bersungguh-sungguh untuk hapuskan musuh-musuh Allah itu. Akhirnya, hanya orang mukmin yang tetap lebih sabar daripada orang kafir atau musuh Allah SWT. Walaupun yang bathil itu sabar, kuat dan maju tetapi orang beriman lebih sabar dan lebih berkeupayaan untuk kekal di atas jalan jihad. Yang hak itu semestinya mempunyai kesabaran dan kemampuan yang lebih untuk terus di dalam perjuangannya.
    Berjihad di mana-mana sahaja
    Orang-orang mukmin tetap berjuang dan berjihad. Mereka tetap berjihad melawan kufur melalui dakwah, berjihad menyeru untuk kekalkan Islam dan berjihad mendedahkan kejahatan dalam zuruf al munasabah. Mereka sentiasa berterusan berjihad di mana-mana saja.
    Sekiranya daulah Islamiah sudah wujud, maka orang-orang mukmin dan tentera-tentera Islam akan berjihad mempertahankan Islam di setiap penjuru yang dimasuki oleh musuh. Di dalam keadaan yang tiada negara Islam sekarang ini maka perjuangan kita ialah berdakwah dan menegakkan kalimah Allah SWT di mana sahaja kita berada.
    Jihad yang berterusan
    Kumpulan Islam tak pernah lalai atau diam. Kumpulan ini tetap bergerak, lebih-lebih lagi dalam suasana sekarang yang mana tiada masa untuk berdiam diri. Masa sepenuhnya digunakan untuk berjihad melawan musuh. Kita hendaklah curahkan sepenuh masa untuk berjihad menegakkan Islam dan menentang musuh. Musuh Allah tidak pernah membuat gencatan senjata dengan kita. Mereka menentang kita di mana sahaja. Mereka sentiasa menentang kebenaran di setiap saat dan ketika. Sejak mula penyeruan menegakkan kalimah Allah lahir di bumi maka sejak itulah musuh Allah tak pernah mengikatkan perjanjian sementara (berhudnah) dengan kita. Kita terus diserang di mana-mana dan pada bila-bila masa saja. Oleh itu kita pun perlu bersungguh-sungguh dan bertahan dengan penuh keupayaan untuk berjihad di jalan Allah hinggalah akhir zaman.
    Sistem Islam yang menguasai keseluruhannya
    Dakwah Islam menyampaikan kepada manusia satu sistem hidup yang waki’i (yang benar-benar berlaku dalam realiti). Satu sistem yang menguasai jiwa manusia. Mungkin ada manusia yang berpada dengan Islam menguasai setakat benda-benda yang zahir saja. Sesungguhnya yang paling penting ialah sistem Islam dapat menguasai jiwa manusia terlebih dahulu. Selepas itu menguasai harta benda dan segala peraturan hidup manusia.
    Kebatilan yang sentiasa memerangi
    Sistem Islam adalah satu sistem yang baik, adil dan saksama tetapi kejahatan tidak senang melihat sistem ini, dan  kebatilan tidak suka kepada kebaikan, keadilan serta kejujuran. Begitu juga kezaliman tidak pernah menyerah kepada keadilan dan kemuliaan Islam.
    Justru itu kejahatan, kebatilan dan kezaliman sentiasa memerangi dan memusuhi dakwah yang benar ini. Dakwah yang benar ini sentiasa ada musuhnya.
    Mereka yang mencari kepentingan maslahat diri sudah barang tentu akan menentang sistem Allah. Begitu juga akan menentang sistem Allah ini, orang yang menyeleweng kerana mereka tak mahu menjauhkan diri daripada sifat penyelewengan itu.
    Oleh itu kita mestilah berjihad bersungguh-sungguh menentang mereka itu. Kita perlu sabar dan tahan. Kita perlu berusaha supaya umat Islam  tidak dikuasai oleh musuh-musuh Allah. Penyerangan musuh-musuh Allah bermula terhadap jiwa kita. Kita berjihad bersungguh-sungguh melepaskan diri daripada penguasaan musuh terhadap jiwa kita. Manakala kita bebas dari penguasaan musuh ini maka barulah kita boleh berjuang membebaskan manusia daripada musuh-musuh yang berupa manusia dan jin. Sekiranya daripada awal-awal lagi kita tidak dapat membebaskan jiwa daripada musuh-musuh Allah itu maka tak usahlah diharapkan kita akan dapat berjihad untuk melawan musuh-musuh lain yang bercorak manusia. Inilah lumrah dakwah Islam hari ini.
    Prinsip asal dakwah
    Prinsip dakwah ini bukanlah untuk memusuhi atau mencerobohi orang lain. Tetapi prinsipnya adalah untuk membangunkan satu sistem yang betul dan adil di kalangan manusia. Bukan prinsip asalnya untuk mengkafir atau menghina sesiapa. Dakwah ini ingin mengikuti apa yang dikehendaki Allah dan RasulNya. Allah-lah matlamat dakwah ini dan Rasul-lah ikutannya. Kita berdakwah dengan tujuan untuk menegakkan sistem Islam di kalangan manusia.
    Namun begitu dakwah ini sentiasa dibenci oleh golongan yang mencari kepentingan. Sistem yang seperti ini sentiasa ada yang menentangnya dengan segala kekuatan. Kekuatan zahir yang pada musuh-musuh Islam digunakan sepenuhnya menentang Islam. Apabila kita dapat membebaskan jiwa daripada penguasaan musuh-musuh Allah itu maka InsyaAllah kita akan membina satu kumpulan yang mampu menghadapi tentangan siapa sahaja.
    Kekuatan Islam melawan kekuatan musuh dalam bermacam-macam bentuk
    Banyak kekuatan musuh dari berbagai arah yang menentang sistem dan dakwah yang benar ini. Dengan menggunakan kekuatan lisan dan di‘ayah sistem yang adil ini diganyang. Kebenaran dakwah Islam dipusing-pusingkan dan diselewengkan dengan bermacam-macam alat untuk memesongkan umat manusia. Oleh itu dakwah Islam mesti berusaha membebaskan diri daripada musuh-musuh Allah. Kita perlu melalui perjuangan ini sedaya upaya dengan semua peralatan dan persediaan yang ada pada kita seperti kekuatan jiwa, kekuatan penyusunan dan kekuatan pembentukan yang dijalankan berdasarkan Al Quran
    dan as Sunnah.
    Telah berlalu masa tidur
    Orang beriman sekali-kali tidak lalai atau tidur. Masa berehat-rehat atau tidur telah berlalu. Masa untuk bersenang-senang dengan hobi, berkelah-kelahan tanpa tujuan dan berfoya-foya telah berangkat pergi. Kalau kita berkelah atau melancung pun mestilah dengan tujuan takwin Wa’ Islami. Melancong dan berkelah tanpa tujuan takwin wa’ Islami atau ijad rakaiz Islamiah dianggap lalai dan dikhuatiri mengakibatkan terjatuh ke dalam perangkap musuh-musuh Allah. Ini kerana segala sesuatu yang kita usahakan sekiranya tidak membawa pada takwin wa’ Islami dan pembentukan kefahaman serta kesedaran Islam maka usaha itu dianggap amal yang dhaif (lemah).
    Bekalan yang berkekalan
    Bekalan paling berkekalan yang kita perlukan seperti yang tersebut dalam ayat di atas ialah taqwa. Taqwa mestilah sentiasa bersama-sama dengan dakwah, dengan sistem Islam dan dengan jihad yang kita lakukan. Kalau tiada taqwa maka akan tersesatlah kita. Ini kerana taqwa sentiasa menjaga hati. Kalau tiada taqwa maka hati kita akan dikongkong kembali oleh musuh-musuh Allah SWT. Oleh itu kita perlu sentiasa menyediakan taqwa yang mengawasi kita daripada lalai.
    Jiwa yang sudah ditawan
    Kalau ada di kalangan manusia termasuklah ulamak-ulamak yang berdiam tanpa berjihad, berfoya-foya dan bersenang-senang, maka  ini menunjukkan jiwa mereka sudah ditawan oleh ghaflah atau lalai. Amal mereka seperti itu tidak dianggap amal yang berfaedah. Jiwa sudah kehilangan taqwa yang menjaga jiwa daripada lalai dan lemah. Jiwa sedang atau sudah diserang oleh musuh samada disedari atau tidak.
    Peranan taqwa
    Sistem Allah sentiasa berjalan bersama dengan jiwa yang bertaqwa. Taqwa menjaga kita supaya tidak menceroboh ke lain. Taqwa ialah satu kuasa pengawasan untuk mengekalkan sistem Allah. Takwa mengawasi perjalanan kita sebagai seorang muslim. Taqwa juga mengawasi perlaksanaan sistem Allah SWT.
    Saidina Umar r.a pernah bertanya kepada Ubai bin Kaab tentang taqwa, “Apakah yang dimaksudkan tentang taqwa ya Ubai ?”. Kata Ubai “ tidakkah engkau pernah melalui satu jalan yang banyak duri?”. Jawab Umar, “ Ya, saya pernah”. Kata Ubai, “ apakah yang engkau buat ?”. Kata Umar, “ saya angkat kain dan saya berhati-hati melangkah”. Kata Ubai, “itulah taqwa.”
    Taqwa itu satu pengawasan. Untuk sampai ke peringkat taqwa seperti ini, maka seseorang itu perlulah melalui jalan iman dan memahami benar-benar akan Islam terutama perkara-perkara yang fardhu  dan wajib difahami. Kalau tidak melalui jalan ini maka seseorang tidak boleh menjadi seorang yang bertaqwa pada Allah SWT dalam ertikata yang sebenarnya. Seseorang itu tidak tahu hendak mengawasi diri, mereka akan terpijak duri  dan tidak tahu mengikuti nilai Allah SWT. Justeru itu seseorang mestilah terlebih duhulu beriman pada Allah dan Islam sepenuhnya.
    Jamaah yang menjaga taqwa
    Jamaah Islamiah wajib memahami hal ini.  Kalau tidak, akan mudahlah terjatuh ke dalam ranjau-ranjau dan duri-duri dalam perjalanannya. Sifat dakwah ini ditentukan Allah SWT. Kita tidak boleh menciptanya sendiri. Oleh itu kita hendaklah menjadi orang yang bertaqwa pada setiap kerja kita. Letakkanlah duhulu neraca taqwa kepada Allah SWT bagi setiap penilaian.
    Taqwa itu meliputi iman dan  Islam. Taqwa itulah yang menentukan amalan-amalan kita betul-betul di dasarkan pada keimanan dan Islam. Taqwalah yang mengawas peribadi, kumpulan, usrah dan daulah Islamiah. Tidak akan lahir amalan Islam yang sebenarnya tanpa taqwa. Oleh itu taqwa mestilah sentiasa bersama-sama dengan sistem Allah. Kalau sistem Islam tidak diawasi oleh taqwa maka ia akan lemah, akan lalai, akan dicerobohi dan akan terdedah kepada penyelewengan-penyelewengan.
    Biarlah taqwa itu berasaskan pada iman dan Islam. Kerana itulah kita perlu meningkatkan keimanan dan kefahaman terhadap Islam.
    Tidak dirasai perlunya taqwa melainkan.....
    Tidak dirasai perlunya kepada pengawasan taqwa ini kecuali orang yang telah banyak berjihad di jalan  Allah SWT dan  yang banyak menderita dalam berjihad menegakkan kalimah Allah SWT. Mereka ini merasakan amat perlu pada pengawasan ini. Dalam perjalanan nanti mereka akan berjumpa dengan daya penarik yang banyak seperti pangkat, kebesaran, wang, kemewahan dan kedudukan. Tanpa taqwa mereka akan tercicir, tidak tahan dan tanpa disedari akan diperalatkan oleh sistem yang lain. Sedangkan hal ini bersalahan dengan nilai taqwa itu sendiri.
    Orang yang tidak biasa berjalan di atas jalan dakwah ini tidak akan berhajat kepada taqwa. Orang yang tidak pernah menderita dalam menegakkan Islam tidak akan berhajat kepada taqwa. Oleh itu daripada awal-awal lagi kita kena ada penjaga ini (taqwa). Apabila seseorang itu baligh atau masuk  Islam sahaja maka pengawasan ini kena bersama-samanya. Kalau tidak mungkin dia akan mensia-siakan hidupnya. Dia akan jatuh ke bawah penguasaan musuh-musuh Allah SWT.
Wallahu'alam bissawab..

sumber:

this about last semester

 

Ketika semua terasa gelap dan mencekam.. Waktu terus berlalu, berlari bahkan ku liat ia secepat itu pergi... Namun, bayangan ini,, raga ini masih disini terbalut sepi..

Ada apa gerangan dengan dirinya? Mengapa semangat yang dulu menggelora seakan pudar, melayu, dan hampir mati?

Lucu dan paling tidak masuk akal.. Rasanya terlalu panas dan seakan enggan bersahabat dengan sang rembulan.. Semburat merah jambunya sudah tak nyaman disisi, sampai pada sapaan nya pun beranggapan hanya sebatas hiburan.. Hupthhh... :( 

Tak ingin terus terkungkung dalam gelapnya malam tanpa rembulan. Ingin ku segera keluar untuk menari bersama malam.. Bersama bintang dan sinar rembulan.. Hangat dan sangat tentram.. 

Namun, ketika melihat kesibukan.. Lagi-lagi iri.. Hilang kepercayaan diri untuk berbaur bersama.. Karena sudah terlalu lama menghilang..

Untuk menyongsong masa kembali terang.. Banyak rencana yang harus di jalankan..

Peningkatan softskill dan hardskill harus segera di jalankan..
Mencari segenggam uang untuk bayaran..
Hahahaa.. Maluu.. Bahkan jika tiap hari harus menadahkan tangan..

I CAN DO IT!!
I CAN DO IT!!
I CAN DO IT!!




Ya Allah.. 
Beri hamba jalan.. 
Hilangkan segala kepedihan.. 
Hamba mohon hiburan.. 
Mungkin setelah sibuk, setelah kerja dan bermanfaat lagi dapat mengahapus semua kegelisahan..
Terlalu lama merenung pun tidak baik.. Waktu terus berdetak, terlalu cepat pergi meninggalkan.. Hanya ada satu harapan.. Butuh kepercayaan.. Untuk melangkahh dan kembali melangkah pasti.. Tersenyum kepada dunia.. Berbagi.. Betapa indah hidup dalam limpahan rahmat, nikmat, dan syukur..



Bersabarlah dalam mereguk nikmat dan rahmat Allah.. Karena seperti firman Nya dalam Qs. Ali Imron: 200
"Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan)."


Sunday, January 15, 2012

the last january maybe?

Hari ini tertanggal 15 januari.. satu tanggal,,dua kisah,,di jeda satu tahun waktu.. akankah tahun depan di tanggal ini akan ada kisah yg seperti ini? berikut petikan dua kisah itu...

Sabtu, 15 Januari 2011


Depdik 2010..
Sabtu, 15 januari 2011.. sekitar pukul 15.00 WIB..
Villa Yawitra Sukabumi..
Sidang UMUM BEM UNJ 2010-2011..

Setelah kurang lebih empat hari menghabiskan waktu bersama dalam perpisahan sekaligus sidang umum ini,,akhirnya kita bisa kumpul banyak juga.. <walau tetap ada saja belum bisa menggenapkan ke-14 pejuang ini :) tapi di moment terakhir ini.. banyak sekali kisah.. ada janji yang tertunaikan, ada pesan yang memberatkan, ada malam yang mempesonakan, ada isak tangis yang mengharukan, dan ada tawa canda yang menyesakkan. Ya,,sesak.. karena ini adalah hari terakhir kita bersama dalam amanah Departemen Pendidikan BEM UNJ 2010..

Kisah yang tak pernah bosan untuk dituliskan, namun kebanyakan diam jika harus diutarakan secara lisan. Karena yang datangnya dari hati, akan sampai pula ke hati.. Agak khawatir jika harus menyampaikan, takut terbawa perasaan.. :)

Hari itu telah menjadi sejarah yang tak ternilai.. Karena keimanan, cinta, ukhuwah, & pembelajaran tidak pernah terbeli oleh apapun juga.. Tidak pernah menyesal untuk meraup banyak sekali pelajaran dari mentor2 yang setia mengingatkan, memberi arahan, semangat dan optimisme yangg tiada pernah putus, dan juga sebuah kepercayaan besar..

Terima kasih teruntuk kakak-kakak tersayang....


Ahad, 15 Januari 2012




Depdik 2011
Ahad, 15 Januari 2012, sekitar pukul 16.30 WIB
Rumah Hafiz Farihi, Cipondoh Tanggerang
Rihlah EduDik (Eduwa * Depdik)





Di tahun berikutnya, tanggal dan bulan yang sama.. Kami berkumpul, para pejuang luar biasa, Departemen Pendidikan 2011.. Inilah kami dalam sebuah bingkai perjuangan.. Kami yang sebenarnya ber-18 orang.. Beberapa rekan kami yg tidak hadir disini sedang berjuang di dimensi tempat yang berbeda. Alhamdulillah, kami masih bisa diberikan kesempatan untuk mengabadikan momen yang rencananya akan di rekam dalam Laporan Pertanggungjawaban Departemen Pendidikan BEM UNJ 2011.

Banyak sekali kesan.. Banyak sekali pembelajaran bersama kalian.. Sedikit demi sedikit dosa tahun lalu terhapuskan.. Memori satu tahun kebersamaan terasa begitu singkat terekam.. Disini, akhir-akhir episode kebersamaan kita dalam bingkai amanah penggagas isu-isu dan masalah pendidikan..

Hari ini belum berakhir.. Namun, banyak pernyataan untuk segera berakhir.. Tak tega.. Gentar.. dan penuh nada penyesalan.. Mengapa kalimat itu gampang terlontarkan? Bukankah dalam memori otak & hati kita ini tiada pernah berakhir? hehehe..



pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu
pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai
di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api
kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”
maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”
padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-
dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-
kini aku hanya menangis rindu membaca kisah ini;
satu hari abu bakr, lelaki tinggi kurus itu menjinjing kainnya
terlunjak jalannya, tertampak lututnya, gemetar tubuhnya
“sahabat kalian ini”, kata Sang Nabi pada majelisnya, “sedang kesal
maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya..”
“antara aku dan putera al khaththab”, lirih abu bakr
dia genggam tangan nabi, dia tatap mata beliau dalam-dalam
“ada kesalahfahaman. lalu dia marah dan menutup pintu rumah.
kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulangkali untuk memohon maafnya,
tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan.”
tepat ketika abu bakr selesai berkisah, ‘umar datang dengan resah
“sungguh aku diutus pada kalian”, Sang Nabi bersabda
“lalu kalian berkata ‘engkau dusta!’, wajah beliau memerah
“hanya abu bakr seorang yang langsung mengiya, ‘engkau benar!’
lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya.
masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?”
‘umar berlinang, beristighfar dan berjalan simpuh mendekat
tapi tangis abu bakr lebih keras, air matanya bagai kaca jendela lepas
katanya, “tidak ya Rasulallah.. tidak.. ini bukan salahnya..
demi Allah akulah memang yang keterlaluan..”
lalu diapun memeluk ‘umar, menenangkan bahu yang terguncang
ya Allah jika kelak mereka berpelukan lagi di sisiMu
mohon sisakan bagian rengkuhannya untuk kami
pada pundak, pada lengan, pada nafas-nafas ini..
_Pernah ada masa-masa by: Ust. Salim A. Fillah_

Mohon maaf yang sebesar-besarnya.. Jika diri banyak melukai..
Harapku.. Tahun depan ada satu moment indah di tanggal dan bulan yang sama, seperti dua kisah yang sedikit diceritakan di atas.. Karena klo kebanyakan, bakal jadi dua novel sendiri.. hehehe.. :P

Teruntuk keluarga besar Departemen Pendidikan BEM UNJ 2010-2012..
Terima kasih atas ukhuwah, jalinan persaudaraan, ilmu-ilmu yang bermanfaat, kepercayaan dan pengingatan yang tiada pernah putus.. Semoga ini bukan menjadi yang terakhir untuk ukhuwah terindah yang Allah semaikan dalam kebersamaan ini..

Jazakumullah Khairan Katsir..
Afwan Jiddan yaa saudara-saudari....

Tuesday, January 10, 2012

You'll FIND A WAY



Lagi-lagi membahas yang sudah-sudah..
tentang suatu itu.. mungkin sekarang namanya seperti "voldemort" di harry potter
tuan yang tidak disebutkan namanya..
hahahaa.. sungguh miris..

harapan itu seakan hilang ketika mulai saja terbit dalam beberapa bulan..
semangad menyusun dan mengejar ketertinggalan dihempas angin yang sekarang lagi musim hujan..
BARU ANGIN..
YA BARU ANGIN SAJA AKU LANTAS MENYERAH
karena waktu dan tempat teramat sempit untuk melangkah
hingga rasanya sesak yang membuncah
mimpi yang tertabrak karang
hingga menjadi gelap,,terbang melayang...

hingga suatu malam,,adik kecil memutarkan lagu INSHA ALLAH dari Maher Zein:
ketika kau tak sanggup melangkah
hilang arah dalam kesendirian
tiada mentari bagai malam yang kelam
tiada tempat untuk berlabuh
bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu


every time you commit one more mistake
you feel you can’t repent and that it’s way too late
you’re so confused wrong decisions you have made
haunt your mind and your heart is full of shame

but don’t despair and never lose hope
’cause Allah is always by your side


turn to Allah He’s never far away
put your trust in Him, raise your hands and pray
oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
hanya engkaulah pelitaku
tuntun aku di jalanmu selamanya

reff3:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way


ohh Ya Allah...
Bukan aku tak percaya janji
hanya hilang harap seorang manusia
Bukan pula aku ragu
hanya aku tak tau jalan apa yang harus ku tempuh

ketika dihadapan target sudah terputus


sampai harapan itu hilang
ohh Ya Allah...
doaku waktu itu hanya ingin bertemu dengan Mu



namun, sahabat membangkitkan aku..
aku harus mengangkat kepala ku
dan pasti ini adalah salah satu cara Mu mencintai aku
tidak ingin aku yang biasa saja
atau Engkau ingin membuatku belajar kembali
tentang kerendahan hati


hingga kembali menemukan jalan yang hakiki
untuk kembali kepada Mu



kuatkan aku ya Rabb
lapangkan hati dan pikiran ku untuk menerima semua ini
lapangkan dan buka hati kedua orang tua ku untuk mengerti keadaan diri

aku yang salah
aku yang kurang usaha
aku yang telah lama meninggalkan
hingga kenyataannya aku belum siap diluluskan

I WILL FIND A WAY
I WILL FIGHT A WAY
WITH YOU
'aamiin Ya Robbal'alamin....
            



dan terakhir,,ini yang menguatkan...