Saturday, June 29, 2013

Semua Kata Ibu


Kata ibu aku gak boleh nakal
Kata ibu aku gak boleh bohong
Kata ibu aku gak boleh main kotor-kotoran
Karena nanti kata ibu, kalau aku nakal, aku suka bohong, aku main kotor-kotoran
Ibu gak sayang lagi sama aku

Ibu bilang aku gak boleh makan terlambat, nanti aku sakit
Ibu bilang aku harus rajin belajar, supaya aku jadi anak pintar
Ibu juga bilang setelah pulang sekolah aku harus langsung pulang
Ibu marah kalau aku gak belajar, gak tertib makan, gak disiplin pulang

Ketika aku sudah beranjak besar, ibu masih saja begitu over protektifnya sama aku
Aku harus masuk sekolah pilihan ibu
Aku harus masuk jurusan yang ibu mau
Ibu bilang supaya nanti aku cepet kerja, jadi orang sukses, jadi orang bener

Aku selalu ikut kata ibu
Karena aku gak ingin membuat ibu sedih
Tapi kadang aku mikir, ibu terlalu keras menjaga aku
Bahkan luka sedikit dalam tubuhku pun saja tak boleh

Ohh... mungkin ibu terlalu sayang sama aku
Aku bagaikan anak emas buat ibu
bagaimana tidak, aku anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga
Jadi akulah harapan terbesar buat ibu

Tapi ketika aku kuliah, aku bingung ketika terus mengikuti mau ibu
Ibu masih saja seperti dulu
Memilihkan yang terbaik untuk ku
Universitasku, jurusan ku, bahkan mungkin suatu hari nanti ibu yang akan memilihkan calon pendamping hidupku

Aku seperti terkekang
Aku boneka buat ibu

Ibu
Aku sangat menyayangimu
Tapi perhatianmu yang sangat besar ternyata tidak selalu membawa dampak baik untukku
Aku menjadi tidak dewasa, gampang menyerah dan terlalu labil dalam mengambil keputusan

Ibu, aku ingin memilih sendiri cara hidupku
Sesuai dengan tanggungjawabku
Untuk tetap taat dan patuh kepadamu

-          Terinspirasi dari kisah salah satu anak murid yang selalu hidup dalam zona nyamannya. Hingga kini pilihan hidupnya masih tergantung pada ibunya. Ibu, madrasah ilmu bagi tiap anaknya. Namun bagi seorang ibu, mengarahkan dan menentukan minat bakat anak ternyata masih sulit. Ibu-ibu sekarang harus lebih banyak belajar dan membuka wawasan. Karena seorang anak tidak hidup pada zaman sang ibu hidup. Tapi anak tersebut hidup pada zamannya ia harus hidup. -

Friday, June 28, 2013

Surat Cinta untuk Relawan GEMABI: Pemuda harapan

Beberapa waktu ini saya berkesempatan untuk lebih jauh mengenal mereka. Pemuda pilihan yang iba akan nasib bangsa, mereka tergerak untuk bergabung ke dalam komunitas Relawan Anak Baik Indonesia (KORBI). Usia mereka jauh lebih muda, namun masalah dewasa bukan mereka tidak ada. Disanalah ada kesungguhan, kedewasaan, keloyalitasan, dan persaudaraan yang murni, ikhlas, dan tanpa pamrih. Mereka pemuda-pemuda luar biasa yang Allah hadirkan disaat bersamaan. Mungkin mengajak ku berfikir tentang arti persaudaraan dan keikhlasan. Tentang perjuangan dan keloyalitasan. Tentang amanah dan pertanggungjawaban. Tentang kepemimpinan dan arti sebuah pembelajaran bagi diri yang haus akan ilmu pengetahuan.

Saya mencoba mengklasifikasikan mereka ke dalam tiga sosok sahabat yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang deskripsinya tergambarkan dalam sosok berikut:
A: orang yang sangat bertanggungjawab. Memiliki loyalitas sangat tinggi. Bawel. Berpikir dan bertindak sangat cepat, suka atau terlalu rajin menolong orang.

B: orang yang sangat visioner. Mempunyai kemauan belajar amat tinggi. Tingkat percaya diri yang dapat teruji. Bawel juga. Lagi senang-senangnya belajar melatih skill leadershipnya. Puitis sekaligus perfeksionis.

C: kalem. Pembawaan yang tenang. Suka bercanda walau kadang garing, hehe. Sedang giat-giatnya belajar untuk mewujudkan mimpinya satu langkah ke depan.

Mereka hadir mewarnai jalan. Mengajak kaum muda berpikir bahwa bangsa ini membutuhkan pemuda-pemuda pilihan yang mampu dan berkorban demi apapun untuk berjuang. Tanpa memandang status. Tanpa memandang gelar. Tanpa memandang jabatan atau bahkan kecerdasan.

Mereka yang terus belajar dengan penuh keikhlasan, tanpa embel-embel balasan. Mereka yang rela melakukan apapun untuk hal-hal yang mereka anggap benar. Menjalankan amanah dengan sepenuh hati, walau mereka sangat tau hanya sedikit orang yang bertahan di jalan ini. Mereka tetap melangkah dengan tegar, bahwa ada jalan terang di depan.

Teruntuk calon-calon pemuda-pemuda harapan masa depan. Bangsa ini banyak membutuhkan calon-calon pemimpin yang berbudi pekerti baik, visioner, jujur, dan rela berkorban. Hanya sedikit yang mampu berjuang dan bertahan melewati rasa sakit. Karena sesungguhnya kesuksesan bukan berawal dari jalan yang datar. Kesuksesan berasal dari jalan yang bergelombang. Banyak duri-duri bahkan batu-batu yang berjatuhan melukai jalan perjuangan.

Salam semangat sahabat! Ada banyak peluang dan kesempatan yang terbuka di depan, namun orang-orang istiqomahlah yang tetap teguh pada tujuan. Dan Allah lah menjadi tujuan akhir kita.

Terimakasih sahabat.. Terimakasih Tim GEMABI.. Kalian Sungguh Luarbiasa!!


Salam Semangat Menebar Manfaat!
Jakarta, 14 Mei 2013
Dari Bandung, Depok, dan Tanggerang

Apakah Kita Saudara??

Di balik perjuangan yang pahit ada surga yang manis. Dan meraih surga itu tidaklah menyenangkan apabila meraihnya seorang diri. Butuh teman untuk melalui segala kepahitan perjuangan. Tapi dengan tembok yang diam pun seakan bersuara. Sehingga aku tak lagi paham makna, apa arti dari seorang saudara.

Apakah saudara itu hanya sebuah benda? Dia hidup disamping kita, tanpa bisa kita jangkau. Tidak tersentuh oleh tangan yang membutuhkan bantuan. Dan tidak dapat kita raih ketika jatuh ke jurang. Apa itu makna saudara??

Ku rasa bukan...

Saudara adalah ketika kamu membutuhkan ia ada. Ketika kamu memerlukan pegangan ia orang terdepan untuk memberikan tangan, bahkan mungkin tanpa diminta. Hanya dengan tatapan mata, ia tau kalau kamu sedang banyak pikiran. Dengan kelembutan hati, ia dapat merasakan bahwa kamu sedang dalam keadaan tidak baik.

Ia mengerti, tanpa pernah kamu minta. Ia menyelami untuk semakin mengenal dirimu dan dirinya. Ketika kamu salah, sudut pandangnya tak pernah hanya dari satu sisi. Penuh mengerti dengan kelembutan hati.

Ketika bertemu, saudara tidak pernah hanya membicarakan tentang dirinya. Tentang kesulitannya. Tapi ia selalu bertanya, bagaimana kabarmu saudara ku? Ia selalu bertanya tentang saudaranya. Ia ingin selalu kabar saudaranya terlebih dahulu. Bukan keegoisan hati untuk bercerita tentang diri sendiri..

Maafkan aku jika belum menjadi saudara terbaik bagi mu. Maafkan aku yang mungkin memang kurang peka dengan apa yang dibutuhkanmu. Tapi aku ingin kita berrefleksi.  Tentang arti sebuah saudara, yang katanya selama ini kita selalu berucap, bahwa kita adalah saudara.